wanita yang mencintai masa lalu

December 19th, 2006 by isaac-apple

Kemarin aku baca tulisan seseorang yang sedang dengan bodohnya mencintai masa lalu..
Ya, masa lalu. can u imagine that?

seorang wanita yang mencintai orang yang sudah tidak dilihatnya selama 6 tahun
seorang wanita yang mencoba membayangkan seperti apa "dia" sekarang. Menampilkan semua kenangan yang pernah terlewat,dan membayangkan bila dia ada di sampingnya.

Mencintai setiap cerita yang telah kadaluarsa. Setiap sosoknya yang mungkin tidak lagi sama. Setiap tingkah lakunya sudah berbeda pastinya. Kebiasaannya pastikah masih ada?

Wanita yang masih menanyakan apakah pria yang dicintainya akan mencoba terus melarangnya minum kopi. Mengajaknya ke pantai karena tidak mungkin ke gunung karena si pria takut ketingian. Hei… bukankah si pria waktu itu pernah menolong wanitanya saat terjatuh dari papan loncat indah di tingkat yang paling tinggi? Sangat manis bukan? Akankah tetap seperti itu saat nanti mereka  beremu lagi?

cerita yang sangat manis… Mungkin karena mereka bertemu terlalu muda mereka berpisah. Si pria harus meneruskan jalannya yang sempat terhenti karena mencintai wanita. Dan si wanita akan terus berjalan di jalannya yang tak pernah ia tinggalkan dan tidak pernah bisa ia hentikan. Mereka berjanji, jika tidak lagi saling mencintai, mereka akan bertemu lagi.

Sudah bertemu kembalikah mereka?
Sampai kubaca cerita ini mereka belum bertemu lagi.
Wanita itu masih mencintainya walau sudah melanjutkan hidupnya. Membayangkan genggaman hangatnya walau tidak lagi oleh tangan yang sama.
Tangannya membelai rambut -rambut hitam walau hanya rambut pirang si pria yang ada di hatinya. Menatap mata hitam walau biru jernih yang diharapkannya

Seorang wanita bodoh yang jatuh cinta pada masa lalu dan sosok yang dibuat oleh masa lalu…
Seorang wanita yang tidak mencintai sosok-sosok dalam nyata dunianya..
Seorang wanita bernama AKU…

Aku ingin tidur

December 15th, 2006 by isaac-apple

Aku ingin tidur…

Dalam bayang sepi ruang kosong

Membenamkan mata dengan pasrah

Aku ingin tidur…

Tanpa mimpi pemikir malam

Melupakan gulir waktu siang yamg belum terjadi

Aku ingin tidur…

Tanpa perduli apa yang terjadi nanti

Kapan mata ini terbuka lagi

Aku ingin tidur…

Tidak dalam rengkuh siapapun

Walaupun itu kau

Aku ingin tidur…

Sampai detik tak lagi berfungsi

Dan detak yang terhenti

Aku ingin tidur…

Dalam sejumput kehampaan yang belum pernah kutemui

sebuah kebimbangan dalam diri seorang aku

December 9th, 2006 by isaac-apple

Sebuah kebimbangan dalam diri seorang aku

Menarik,, menyadarkan bahwa hidup tak pernah membosankan

Ada pertanyaan dengan limit mendekati tak terhingga

Ada

penyesalan yang membuat waktu berharga

Kali ini tentang cinta,,

Aku menyadari keberadaannya karena kebimbangannya ada

Sebuah peristiwa yang sulit ku prediksi

Mengkalkulasi tidak lagi menyenangkan

Karena degupan ternyata menyita segala pemikiran

Takut juga ada kegagalan

Namun seorang aku bukan pengecut.

Kegagalan pernah kurasakan dulu,

Ketika ku menolak degupan karena rasa takut

Sebuah kebimbangan dalam diri seorang aku

Bukan untuk melupakan seorang dia yang pernah ada

Dalam melek mataku,,, dalam rebah kelopakku….

Seorang dia yang tak akan pernah bisa berada dalam ketiadaan

Walau tak lagi dalam keabadian

Aneh…

Aku tidak lagi cemas

Pada waktu yang tersita hanya untuk melihatnya

Pada konsentrasi yang terdiam ketika mendengarkan dia bicara

Aku biarkan semua tidak berjalan dalam sebuah prediksi

Sebuah kebimbangan dalam diri seorang aku,,

Yang membuat pernah ada air mata

Tingkah bodoh, yang sering kali ada dalam pikiran yang juga tersadar

Menyadarkan ternyata seorang aku adalah manusia,

Seorang wanita…..

9 dec 06

selamat tidur ayah

December 4th, 2006 by isaac-apple

Yah…. Kecilku sealu dijaga olehmu

Seperti sekarangpun aku tetap gadis kecilmu

Yah…. Kepercayanmu berarti bagiku

Gadis kecil ini beranjak dewasa dari itu

Yah…. Muka dingin itu tetap jadi favoritku

Sulit ku membaca alam pikiranmu

Yah… kewibawaan bicaramu itu sealu menyita perhatianku

Ingin selau ku berbicara banyak hal denganmu

Yah…. baru satu tema setiaku

Seorang ayah yang menerima aku dan kejujuranku

Yah…. Kopi telah menjadi minuman favoritku

Teman menghabisakan waktu menikmati dunia denganmu

Yah….kau ingat saat kau mengajariku membetulkan antena atau ledeng pesan terakhirmu?

Seraya kau mengatakan perempuan dan laki2 sejajar di sini

Yah….tatapanmu yang hangat sealu mengingatkanku

Ada seorang ayah yang selalu siap mendengarkanku menangis tanpa menilaiku cengeng

Yah… peluk eratmu tetap membuatku berani berdiri

Tegar dan selalu berani memandang hitam dunia yang tak memihakku

Yah….ingin sekali aku mencium dahimu yang berkerut tegas

Ingin tahu apa yang kau jalani dalam waktu hidupmu

Yah…. izinkan aku menangis di peristirahatanmu

Tenanglah, aku sudah cukup kuat menopang kepalaku

Yah…tidurlah,ini sudah jamanku…..

Tenang dan lihatlah gadis keras kepala itu sudah utuh sayapnya

Yah…. Sesuai janjiku, akan kujaga pertiwi dan ibu

Tak akan kubiarkan mereka menangis dan menunggu

Yah… ingin lagi ku minum kopi seduahanmu.

Menikamati bintang dan mimpi yang belum tergapai..

Ayah… . Kecup salam dariku

2 Agustus 2006

seorang dia

December 4th, 2006 by isaac-apple

Seorang dia dalam mimpi

Yang tersenyum menungguku terjaga

Seorang dia yang tak mengusikku saat terlelap

Atau merayu ketika mataku terbuka

                                        

Seorang dia yang cemburu pada bantal dan selimutku

Namun malu-malu, Yakin aku karena dia lugu

Seorang dia yang iri pada mentari katanya

Karena menjemputku pada waktu yang membawaku pergi

Di alam mimpiku

Dia tak mengalir dalam langkah yang kutempuh

Namun tidak diam hanya melihatku

Seorang dia dan aku.. Hanya bertemu ketika mentari lelah dan bulan menyerahkan waktuya

Seorang dia yang menerimaku apa adanya

Mencintaiku tanpa alasan entah mengapa

Memberikan nalar pikiran yang abstrak

Menerima logikaku yang terkadang membuatku muak

Seorang dia dulu pernah ada tidak dalam imajinasi belaka

Ketika mentari kami tak satu waktu lagi dan bulan tak kami lihat bersamaan aku pergi

Karena seorang dia memiliki waktunya yang tidak ia sadari da aku memiliki waktuku tanpa toleransi

Seorang dia tak akan kembali lagi dalam mimpiku malam ini

Mimpi seorang aku yang tak menikmati mimpi-mimpi malam hari

12 Juni 2006

cerita harian

December 4th, 2006 by isaac-apple

Yah… dunia baruku seperti yang kau ceritakan dulu

Berbicara puas sambil merokok tak kenal waktu

Kita tetap sama, suka mendengarkan lagu jenis yang sama

Ada kopi tentu walau tak seenak buatanmu

Rencana perbaikan dan mimpi-mimpi idealisme topik hangatnya tentu

Yah… Kita tetap seorang realist yang memimpikan iedealisme

Mimpi-mimpi itu tidak kosong, tak pernah terisi hanya harap

Tujuan kita tetap di depan bukan?

Ingin ku mempersembahkan sesuatu namun ku menunggu

Perbedaan sahabt setia yang terkadang menjadi rival

Yah…. mengetahui suatu hal terkadang tak seenak dulu

Saat mataku kabur dan ada yang menuntun

Ada saatnya tidak berpikir banyak hal jauh tidak enak dari tidak berpikir apapun walau aku tak bisa hidup tanpa berpikir

Ingin ku percaya lagi pada sebuah khayalan, menyenangkan namun tidak ada

Yah…. Mimpiku ada 1 orang lagi yang tahu

Seorang guru, sama kapitalisnya denganmu, dengan mimpi yang sama besar denganku

Namun dia guru, kau tau aku tak suka digurui

Pecinta kopi dan rokok, nafas berdiskusi

Yah.. haruskah topeng dari ibu kupakai lagi?

Topeng yang membuatku tetap bergerak dan tak terlihat?

Aku gerah…. Belum pernah kulepas setiap mimiknya kecuali di depanmu

Yang kucoba buka pelan2 berani menerima penolakan

Yah…. Kau tahu aku tak pernah bimbang dalam mimpiku

Mataku tetap di depan, mencoba membuka mata si depan silaunya dunia

Atau berjalan meraba di gelap tanpa ada yang teraba

Namun diam saat ku bimbang dalam kehampaan relita

Yah…. Ruangan ini sesempit ruanganmu dulu

Berantakan walau baru dirapihkan

Abu rokok, selebaran kertas berisi pemikiran bertebaran

Terlihat kumal, tapi mimpi kami bersih

Tampaknya diskusi di sini masih panjang, harus rasanya ku beli kopi lagi dan kuhentikan tulisan ini

                                                                                                

19 November 2005

Yah….

December 3rd, 2006 by isaac-apple

Yah… diskusi kita belum pernah usai bukan?

Memang jaga pernahkah awali dengan sadar?

Ada sebuah rasa seru, menikmati perang-perang pikiran, pernah kau rasa juga bukan?

Ada kebohongan yang meronta ingin kau ungkap, ternyata memang waktu irit dengan cerita

Kesepian pernah tidak kau perdulukan juga sepertinya

Aku tahu juga ada rasa gengsi mengungkapkannya

Yah…. Ternyata dunia tidak lagi terasa

Mungkin ada salahnya juga kita berpikir

Terlalu banyak,

Terlalu lelah bukan……

Seorang teman yang juga Virgo berkata tadi siang

Ternyata memang kita butuh untuk berpikir simple,

Tak perduli dan memilih berbagai urusan

Berulang kali aku menyadari kata seperti barusan

Namun seperti biasa, Seorang skeptis bernama Aku ini terlalu suka mempertanyakan

Yah…. pernhkah kau merasa lelah mempertanyakan?

Pernahkah kau mencoba menikmati kepercayaan?

                                                                             2 Desember 2006